BUKU-NGGALEK

Buku ini merupakan buku perdana dari Nggalek.co yang berisi berbagai kumpulan tulisan dari para penulis nggalek.co.

"Menunggu Kepunahan Desa-Desa" dan "Trenggalek Pada Suatu Pagi" adalah dua buku ciamik yang mengulas mengenai Trenggalek. Kumpulan beberapa esai yang ditulis berdasarkan realita keseharian masyarakat Trenggalek hasil pengamatan penulis yang tak lain merupakan masyarakat Trenggalek itu sendiri. Sebagai daerah dengan wilayah hampir semua di dataran tinggi dengan prasarana yang belum sepenuhnya merata, pun dengan ragam kebudayaan leluhur yang tak jarang mengikat diri untuk menutup "kran perubahan" maka sulit untuk menjelaskan bahwa Trenggalek adalah sebuah kota. Kota kebudayaan atau desa kebudayaan, bagaimana? terserah pembaca kemudian menyebutnya.

Namun hari ini beberapa pembaruan lahir sebagai hasil olah pikir manusia baik lewat kebijakan, karya maupun budaya urban hasil tiru masyarakat yang mampu menggeser paradigma berfikir mengenai bagaimana definisi Trenggalek hari ini. Tentu dikatakan pembaruan karena adanya kebutuhan masyarakat global yang mau tidak mau menuntut kita semua untuk terus berbenah dalam beragam tingkatan. Apa kemudian pembaharuan yang demikian selalu bisa disebut kemajuan dan berkemajuan? mungkinkah yang baru tersebut justru menggeser kebudayaan dari desa-desa hingga berujung pada kepunahannya? apa dengan meningkatnya kemampuan dan pengetahuan hasil olah pikir manusia dengan mengatasnamakan kemajuan justru menghilangkan masyarakat desa menjadi masyarakat kota yang katanya lebih beradab? kata siapa?.

Pun demikian tak semua pengaruh global tersebut mampu mengeser budaya daerah. Seperti halnya geliat kebudayaan daerah yang masih tetap bergaung baik dalam upacara tradisi maupun dalam pentas seni pertunjukan. Hal tersebut dapat kita nikmati dalam kirab budaya maupun hiburan di hajatan keluarga, perlombaan maupun festival seni yang diadakan daerah. Sesuatu yang setidaknya menjelaskan bahwa kebudayaan leluhur masih ramai peminat, adanya generasi penerus dan tetap mampu dilestarikan.

Tentu hal yang demikian ini dialami oleh setiap daerah tak terkecuali daerah kita; Trenggalek. Dengan hiruk-pikuk dan keberagaman yang hadir maka memperhatikan Trenggalek hari ini mampu menghadirkan kemenarikan tersendiri, terlebih jika pemerhatinya memiliki nostalgia akan Trenggalek di masa yang lewat. Kita pada titik ini sepakat untuk menyebut bahwa setiap jaman memiliki masanya, dan setiap masa memiliki kepahlawanannya sendiri. Ketidakmampuan kita dalam menepis hal-hal baru yang hadir tersebut seperti halnya ketidakmampuan kita sebagai masyarakat mengamati hal-hal yang jauh dari pengamatan keseharian. Sehingga bagi masyarakat Trenggalek tentu memiliki buku ini adalah sebuah ikhtiar memenuhi kebutuhan akan hausnya pengetahuan.

Bagaimana kemudian sebuah buku mampu memaparkan tentang keseharian masyarakat Trenggalek yang jauh dari kita, tentang budayanya, tentang orang-orangnya serta tentang kebijakan setiap masanya. Pun dengan kemampuannya menghadirkan sesuatu yang luput dari perhatian kita tentang geliat desa-desa menemukan wajah barunya. Dua buah karya yang dapat dijadikan kado, dinikmati malam-malam sendiri, dibaca sambil ngopi, kajian diskusi ataupun bekal obrolan saat piknik dengan teman atau pacar sembari mengingat mengenai romansa desa tercintai.

Maka buku ini hadir tak lain adalah upaya menambah kerinduanmu pada waktu, pada orang-orangnya pun dengan ragam kebiasaannya. Itulah Trenggalek dulu dan sekarang coba mencitrakan diri.

Akhirnya selamat berbelanja,selamat membaca. Salam dari saya, "aku rindu kamu yang dulu".

ORDER SEKARANG JUGA!!